Nahhhh ini dia nih pelengkap sehabis buka puasa atau setelah sholat taraweh, tapi jangan salah agar tahu ini juga bisa disajikan sebagai menu dessert untuk Hari Raya nanti... mau tau cara buatnya ??
Bahan-bahan :
1. 1 (Satu) Kaleng Susu Kental manis (merk apa saja)
2. 1 (Satu) Sachet Agar-agar (diusahakan warna putih / plain saja agar tahu tetap berwarna putih)
3. 6 Gelas air putih (gelas nya gunakan saja kaleng bekas susu kental manis sekalian menguras isi susu dalam kaleng)
4. Koktail/es buah/nata decoco/atau apa saja (OPTIONAL)
Cara Membuat:
1. Buka Kaleng susu kental manis (ya iyalah klo ga dibuka gimana mau buat)
2. Tuangkan Susu kental manis kedalam panci
3. Masukan 6 gelas (kaleng) air putih (boleh mentah / masak) kedalam panci
4. Campurkan Agar-agar plain kedalam panci
5. Aduk hingga susu dan agar-agar merata
6. Masak hingga mendidih ( susu akan meluap keatas, jadi usahakan api jangan terlalu besar)
7. Segera matikan api apabila agar-agar sudah mulai naik kepermukaan (pengalaman marquisa, agar-agarnya meleleh sampai ke kompor karena ditinggal mandi..hahahha)
8. Masukan kedalam wadah / cetakan (klo bisa wadahnya petak/persegi panjang biar nanti kayak TAHU beneran)
9. Dinginkan agar-agar di udara terbuka selama beberapa saat sebelum dimasukan kedalam lemari es.
10.Setelah agar-agar dingin didalam lemari es, maka agar tahu siap dihidangkan dengan koktail/es buah/nata decoco sesuai selera anda.
11. Selamat Mencoba.
Tuesday, September 8, 2009
Agar Tahu (Agar Susu)
Posted by Marquisa House at 9:38 PM 4 comments
Sunday, September 6, 2009
Na.. Ini Na.. Pindang Kerang
Kemaren sempat jalan di Hero, ngeliat kerang darah, kakak jadi pengen dibuatin pindang kerang. Waduh, padahal aku sekalipun belum pernah masak yang namanya pindang. Apalagi pindang kerang, sekedar liat gambarnya aja belum pernah. Ya wis lah nanti coba browsing aja atau tanya mertua.
Hehehe, baru tau aku kalau masak kerang niy harus disikaitn satu2. Dulu sih kalau beli kerang di Magelang sih udah bersih, nah ini masih coklat2. Jadilah nongkrong depang wastafel sikatin satu2, geret kursi, soalnya giginya lagi aneh.
Setelah dapet resep dari mak mertua dan dimodif dikit, kata mamak biar nggak amis gitu, akhirnya mulai bekarya, meraba2 niy, Tapi jadi juga, kata kakak baunya harum... ini dah kayak pindang mama.
Dimakannya pas masih panas2 masih mengepul, manteb deh. Meski rada kurang asin, hehehe ditambahin belakangan, kan tadi dak dicicip. Alhamdulillah Habis.., sampe lupa deh mo ambil fotonya. pas udah tinggal setengah mangkok aku (punya kakak dah lebih dikit lagi), baru keinget ambil fotonya.
Nah ini Resepnya..Bahan:
250 gr Kerang darah
1 buah Tomat
3 buah cabai merah
2 siung bawang putih
2 siung bawang merah
1 sdt gula
1 sdt garam (atau sesuai selera)
1 1/2 ruas jari jahe
1 1/2 ruas jari kunyit
1 ruas jari kencur (mamak sih nggak bilang kalau harus pakai ini)
1 ruas lengkuas
1 lbr daun salam
1-2 buah asam jawa
Air secukupnya
Daun kemangi untuk lalapan
sereh
Cara membuat:
1. Cuci cangkang kerang sampai bersih (kalau perlu disikat)
2. Iris cabai, bawang merah, bawang putih, dan tomat tomat
3. Haluskan kencur dan kunyit
4. memarkan lengkuas, jahe dan sereh
5. Masukkan bumbu2 dalam panci dan rebus. Saat air mulai mendidih, masukkan kerangnya. Tunggu 10-15 menit hingga kerang matang.
Pindang kerang siap dihidangkan, tambahkan kemangi sebagai pelengkap.
Untuk 2 porsi.
Posted by Marquisa House at 7:13 PM 5 comments
Labels: Resep
Wednesday, September 2, 2009
Hari Ini Jakarta Terimbas Gempa 7,3 SR
Lewat tengah hari menjelang ashar, kurang lebih jam 2.55 PM WIB. Suasana kantor yang tenang,jam segitu biasanya serangan kantuk sedang merajalela, tiba2 susana berubah menjadi gaduh. Lantai bergoyang2 barang-barang yang diatasnya pun ikut bergerak. Sesaat semua bangkit dari posisinya, tapi masih diam, speachless, membatu. Beberapa detik kemudian, ketika pikiran dan otak sudah menyatu, semua menghambur keluar. gerudukan suara kaki beradu dimana2.Lailahahilallah..Lailahailallah, astagfirlahaadzim..,Allahuakbar, suara itu bersaut sautan, suasana jadi mencekam. Gempaaaa!!! berjalam sempoyongan, berhambur mencari jalan keluar paling cepat dari gedung, Kami yang berada di lantai 15 terombang ambing. Nggak inget gimana larinya,tiba2 sadar udah sampai depan lift. Padahal seharusnya tinggal belok kanan juga da tangga darurat, tapi reflek kaki mengalahkan semua rasio.
Lamanya.. turun tangga ini, alangkah banyaknya.., dan koq nggak berenti berentinya ini goncangan, digedung sebelah udah pada keliatan keluar. Kami seolah sudah turun tangga jauh.., tapi koq ya masih lantai belasan. Betis rasanya lemes, tak bisa lari karna goncangan masih terasa. Pasrah aja, sambil pegangan tangga turun pelan2. Entah apa yang ku pikirkan, ternyata tangan kananku pegang handphone yang biasanya kutaruh di laci. Alhamdulillah, jadi pas mas telpon bisa angkat walo masih panik.
Beda lagi ceritanya kakak. Kaka, baru mo duduk, terkena virus ngantuk juga. tiba2 bergoyang2, dikiranya kakak dia sendiri yang pusing. SAlah satu temennya bilang, wah gempa niy, Gempa. Lalu paa cowok2 itu berdiri ditempat dikiranya bentar, pada mandangain vertikal blinde, gak lama dari itu pada lari keluar dari lantai 4 karna goncangan makin besar.
Setelah sampai bawah, Alhamdulillah gempanya udah reda. Ada yang buka detik.com, ternyata 7,3 SR, pusatnya di Tasik, Wew gede banget, potendi stunami?? gempanya 3 ronde. Hanya sebatas itu info yang kami tau. Belum berani naik lagi, kami masih kongkonw2 di depan masjid DJP (ternyata kami nggak berfikir, halaman masjid tu ternyata dikelilingi gedung tinggi. Bahkan bawangnya basement lagi, bahayanyo..), dan Kakak yang ngungsinya ke arah depan, akhirnya nyusul ke masjid juga.
Berkahnya atas musibah ini, masjid jadi rame, karna sesaat kemuadian adzan ashar, yang jamaah banyak, lebih banyak dari biasanya.
45 menit dibawah, akhirnya beberapa dari kami memberanikan diri untuk naek, solat dan ambil harta yang tertinggal. Sempat buka detik lagi, ternyata di bandung parah, banyak gedung2 rusak. Ya iyalah.. 7,3 SR gitu lho.
Ada yang lucu cerita dari temen. Dia lagi ke Pasar Raya Blok M. Pas baru nyampe ternyata banyak orang yang histeris dan udah pada keluar semua. Ada yang nangis, ada yang teriak, trus pada liat keatas gedung. Dia pikir ada Bom lagi, atau jangan2 ada yang mau bunuh diri. Hehehe, Setelah dia tanya, ternyata Gempaa.
Dalam perjalanan pulang, karna kemagriban di jalan, jd buka di warung padang. Berita ditivi mengabarkan ada puluhan korban jiwa, puluhan orang luka2, ratusan rumas rusak dan ada yang tertimbung longsor. Masyaallah, betapa dahsyatnya gempa ini. Semoga Saudara2 kita yang sedang diuji Allah dengan ujian ini bisa bersabar, Insayaallah ada khikmah dibalik musibah ini.
Alhamdulillah kami masih bisa selamat, padahal waktu di tangga udah pasrah sama Allah, apapun yang terjadi lillahitangala.
Dirumah, Alhamdulillah baek2 aja, ada beberapa dinding yang retak, tapi entah itu karna gempa atau karna sebab lain. Yang penting semuanya selamatlah.
Malemnya masih pantengin TV, pantau keadaan saudara2 disana. Kupikir gempa ini cuma di rasakan sampai Jakarta saja. Ternyata Ibu yang baru leyeh2 sepulang kantor juga dibuat panik lari keluar rumah. Goncangan di Magelang juga dirasakan agak kencang, durasinya juga lumayan panjang. Setelah denger berita, ternyata getaran gempa sampai di bali walaupun dengan MME yang rendah.
Masyaallah, jadi merasa kecil... sekali. Jadi merasa belum banyak bekalnya buat menghadap Allah. Sebenarnya Allah telah memberi pentunjuk pada masing2 kita, tapi kadang kita tidak mampu mendefinisikan petunjuk yang diberikan Allah dengan tepat. Lain kali kalo diberi petunjuk, waspada lah ya. :)
Hayuk.. bagaimana caranya kita berbagi!!
Posted by Marquisa House at 10:53 PM 0 comments
Tuesday, September 1, 2009
Foto dari Sinar Studio uda Jadi
Ya, Tepat 2 minggu setelah hari H. Jadi seminggu yang lalulah, hasil fotonya tu dikirim ke Rumah di Magelang. Kalo kata ibu & Bapak sih bagus hasinya, kayak gambar. Hehe. Intinya sih terpuaskan. Soalnya kan Bapak sempat Khawatir, Pembicaraan didepan dengan pak Iman kan emang enak, manis semua, nah berdasarkan pengalaman, yang manis didepan tuh biasanya nggak gitu bagus dibelakangnya. Dan ternyata nggak seperti apa yang dikhawatirkan Bapak. Mereka Janji paling cepet 2 minggu mbak, paling lama sebulan dah jadi. Ternyata hasilnya dikirimn pas 2 minggu setelah hari H. TOP, 2 jempol untuk kepercayaan yang diberikan sinar Photo.
Nah Untuk hasilnya, menurut versi tya dan mas, belum tau ya reviewnya. Nanti insyaallah mo dikirimin DVDnya sama Bapak. Total kata Bapak ada 4 DVD (1 DVD mulai dari siraman dan akad, 1 DVD resepsi, nah yang 2 niy belum dilihat sama Bapak, kemungkinan sih foto yang dah diedit ama foto yang mentah), 2 Album Foto, dan beberapa kaset mentah dari video shooting.
Sayang sekali niy, lebaran kan pulang ke Palembang, jadi blm bisa liat hasil semuanya. Paling nanti yang minta dikirim, DVDnya aja. Kalo albumnya koq takut malah rusak dijalan. Jadi dipending dulu bentar, nanti diambil aja pas punya waktu pulang ke Magelang.
Huhuhu.. sudah nggak sabar penegn liat jadinya. Walaoupun dah liat hasil jepretan dari temen2 waktu narsis kemaren, tapi masih pengen liat hasil dari Pak Imannya. Sapa tau lebih cantik (narsis ^^v )
Ditunggu di episode selanjutnya aja deh, hasil dari Sinar Photo.
Posted by Marquisa House at 8:50 AM 1 comments
Labels: Dokumentasi, Photography, Sinar Photo Studio
Monday, August 31, 2009
Sambel Embem pelengkap Buka Puasa
Nah, Alhamdulillah, Ramadhan Tahun ini buka ama saurnya udah ada yang nemeni. Dulu kalo lagi males paling2 masak mi aja dah cukup, tapi sekarang dah ada suami, kayaknya nggak tega kalo harus saur pake mi. Kemaren aja waktu masak nasinya kurang, terpaksa kakak bikin mi, rasanya bersalah.. banget. Nahn akhir2 ini perutnya rasanya pedes mulu, padahal adek waktu masak kasih cabenya nggak banyak2 lho, paling tiga empat biji cabe besar aja. Kayaknya sih nggak berasa pedes, paling buat hiasan tok ya.
Kemaren, seperti biasanya, hari Sabtu Minggu niy malahan jadi hari paling sibuk. Nyuci, kepasar, habis dari pasar nyiapin sayur2, dipotong2ngin biar gampang kalo mo masak (ini pun kalo lagi mudnya baek ya) kalo enggak yang penting dibuang akarnya aja dulu deh, biar lebih rapi taruh di Kulkas, soalnya biasanya weekednk kulkasnya penuh, hehehe. Nah special bulan ramadhan niy, jam 4an udah mulai berkecimpung didapur.
Kemaren sih pengennya biar bisa selesai lebih awal biar bisa angkatin jemuran sekalian disetrika sambil nunggu magrib, jadi mulai terjun kedapur jam setengah 3. Tapi koknya selesainya beberapa menit sebelum buka ya, bedanya ini sempet leyeh-leyeh dulu sebelum adzan magrib :) .
Hehehe, koq selama itu..., Maklum, kokinya masih amatir, jadi lama deh masaknya. Padahal kemaren cuma bikin tahu isi, tempe + cumi goreng, sama kangkung terasi saus tiram. Nah yang bikin lama niy, bikin tahu isinya langsung. jadi pake dikukus segala biar isi bakso ma wortelnya gak pada ngregeli(berjatuhan) ditepungnya nanti. Nah tempe gorngnya di dadakan, soalnya ada sisa tepung buat goreng tahu taid, daripada nggak kepake jadilah tempe tuh buat sasaran. Kalo cuminya mah udah dibumbuin dari kemaren, ini sisa perjuangan kemaren, sudah diendapkan semalaman di kulkas, biar lebi mak nyus bumbunga, jadi tinggal goreng aja. Sayurnya, bisa2nya adek ngarang aja mo dibumbiun apa, habis dah bingung, dipasar sayur adanya itu2 mulu. jadi memanfaatkan apa yang ada di kulkas aja. Kebetulan tuh ada teri medan, wortel dan terasi di kulkas, jadi dicampur2 ajalah biat warnanya nggak cuma ijo tok. Kalo saus tiram sih biasanya emang dah sedia sebotol, biar bisa langsung crot-crot kalo lagi dibutuhin.
Nah yang istimewa niy, pas adek baru mau masak sayur, Oppa("kakak" dlm bahasa Hangeul) ni masuk ke dapur. "dek pisonya dah selesai belum". "Oh udah Oppa, pake aja", tur Oppanya pergi kedepan tipi, nggak lama dari itu balik lagi, "Dek, ini talenannya masih dipake nggak?" dia nunjukin talenan yang masih ada wortelnya. "Iya niy kak, pake aja" setelah adek singkirin itu wortel. Trus kakak kedepan tipi lagi sambil bawa talenan. "Dek.." "Iya suamiku.." "Mbemnya ada dimana ya..." "Dipaling bawah, deketan ama tomat" ternyata pas adek toleh kakak udah nglongsor di depan kulkas, nyari2 mangga. "Kakak mo buat sambel mbem?" "Iya..". Wah mantabs niy. menu buka puasa kali ini lengkap, ada sambelnya juga, tak lupa temponyak.
Waktu magrib tiba kami cuma maem cemilan dulu, cincau yang disiram sirup, ama kakak dah iris semangka juga. Nah habis solat magrib baru deh.. kenyangin peyut. Dan sambel embemnya kakak, mantabs. Kali ini lebih enak dari yang dibuat minggu lalu, mangganya udah lebih matang, jadi lebih empuk, lebih nyampur ama sambelnya.
Nah ini resepnya SAMBEL EMBEM:
Bahan2:
1 buah embem (mangga kweni)
1 1/2 sdt sambel terasi
Gula merah secukupnya
Cara membuat:
1. Embem di iris halus (bisa bentuk korek api/ dadu/ asal dicincang lembut
2. Campur embem dengan sambel terasi, aduk hingga rata.
3. Tambahkan gula merah sesuai selera hingga terasa manis. Aduk lagi.
Sambel Emben siap dihidangkan.
Nah kemaren tu, sambel terasinya dah jadi, waktu itu dibawain mamak, jadi tinggal masuk2 masukin aja. nah kalau mau buat langsung begini:
bahan:
10 buah cabai merah (bagi yang suka pedas, bisa ditambahkan/ diganti dengan cabai rawit)siap dihidangkan, atau ditambahkan dengan bahan lainnya untuk dijadikan sambal lain.
1/2 sdm garam
1 bungkus terasi abc/seukuran yang sama
Cara membuat:
1. Rebus cabai. Kemudian bakar terasi sampai berbau harum.
2. Cabai rebus, terasi, garam, Haluskan.
Sambel terasi
Selamat mencoba!
Posted by Marquisa House at 9:25 AM 2 comments
Labels: Resep
Friday, August 28, 2009
Selamat Datang Ramadhan
Marhaban Ya Ramadhan...
Alhamdulillah tiba juga bulan yang dinanti-nanti seluruh umat muslim di Dunia ini. Selamat Menjalankan Ibadah Puasa.. Selamat Taraweh, Selamat Tadarus. Semoga amal Ibadah Di Bulan Puasa Ini berkah, diridhoi dan diterima Allah sebaghai amalan yang baik.
Amiin...
Salam dari marquisa House :)
Posted by Marquisa House at 8:16 PM 0 comments
Thursday, August 20, 2009
Prosesi Siraman
Sekitar jam 2 an, Bu Ning dan kru sudah rawuh. membawa beberapa koper besar, nyicil buat acara besok pagi. Langsung deh di dipermak muka Tya ini. Enggak tebel sih, cuma di kasih sama bedak, soalya kan mau mandi, lucu kan kalo mandi tapi riasannya menor, setelah itu dipake'i jarit kayak batik jumputan warna merah ama hiasan melati. Bapak ibu juga sudah mulai bersiap dirias, gantian, soalnya tamu yang datang banyak, jadi nggak enak kalau yang punya hajat nggak kelihatan.
Kakak, mama, ama bapak juga dipersiapkan sama asistennya bu Ning untuk acara prosesi siraman juga setelah Tya. Keluarga Kakak J sampai di Rumah Ibu setelah Jum'atan.
Filosofi awalnya, Siraman ini dilakukan dirumah masing-masing sebelum akhirnya keluarga laki-laki datang ke rumah keluarga calon pengantin Wanita untuk acara midorareni. Tapi berhubung rumah kakak nun jauh disana dan untuk alasan ke praktisan akhirnya siraman kami ini dilaksanakan di rumah di Magelang dua-duanya.
Sekitar jam 3an, Pak Nadar selaku MC sudah siap dengan beskap dan balngkonnya. Alunan gending juga mulai terdengar sampai kamar Tya. Bu Ning mulai memanggil Bapak sama Ibu Tya agar acara bisa segera di mulai.
Siraman, menurut filosofi Jawa yang diceritakan Bu Ning adalah membersihkan diri, menurut islam mungkin sama dengan bersuci. bersih bersih, membersihkan jiwa raga untuk menyongsong kehidupan baru. Terutama bagi CPP yang nantinya akan ditanami benih itu kalau dalam keadaan bersih akan lebih baik. Nah karena di Jawa, maka ditambahi dengan beberapa rangakaian adat yang njawani lengkap dengan filosofinya. Pertama, Tya jalan sambil jongkok (hehe ini rada susah, meskipun jaritnya nggak sempit2 amat, tapi tetep aja sempit), dari depan pintu kamar sampai di depan ibu. Jengkeng kemudian sujud, Sungkem pangabekti, mohon maaf atas segala kesalahan dan kenakalan semasa tya hidup, serta mohon doa restu untuk menapaki kehidupan berumah tangga. Setelah ke Ibu kemudian pindah ke Bapak. Ini rasanya haru.. pas latihan hampir saja air mata ini netes, inget jaman dulu pas nuakale gak ketulungan, sering ngerepotin beliau2nya ini. Tapi pas beneran ko nggak jadi nangis ya, saole pas jalan, hampir mo jatuh, dan ibu juga udah senyum2 hehehe.
Selesai sungkem Tya digandeng bapak sama ibu keluar menuju tempat siraman(lucunya.. tya lupa pake sendal)kemudian didudukkan. bapak sama ibu menerima air 7 sumber dari bu Ning yang ada di bokor kecil, kemudian dicampur dengan air yang ada di bokor besar. Ib mengambilkan air untuk siraman Kakak dan diserahkan kembali ke bu Ning.
Dan bapak memulai acara siraman dengan mengguyur air dikepala, pundak kanan, pundak kiri dan byur.. basah deh semuanya. Lalu dilanjutkan ibu dan tetua tetua lainnya, diakhiri oleh Bu Ning. Denger2 kemaren mau pakai air anget, tapi koq lama-lama dingin juga ya, ditambah ama baju basah yang melekat niy, sampai menggigil. Tau-taunya ternyata emang pake air dingin... wew kebayang deh gimana, air dingin di Magelang udah kaya air kulkas.
Potong Rikmo
Memotong rambut anakan, dengan filosofi agar sifat kakanak-kanakannya ditinggalkan dan berganti dengan sikap kedewasaan untuk menyongsong kehidupan rumah tangga.
Dulang pungkasan.
Ini ceritanya dulang (menyuapi) yang terakhir kali anakya sebelum anaknya menikah. Di tumpeng robyong, terdapat ingkung (ayam utuh badannya, tapi dah nggak ada dalemnya), diambillah ceker( filosofinya biar bisa ceceker= mencari makan) dan kepalanya (filosofinya biar bisa jadi kepala= pemimpin).
Bapak menyuapi nasi dan ibu yang memberikan minumnya.
Pecah Kendi.
Ada kendi yang telah dipersiapkan bu Ning, untuk dipecah Bapak dan Ibu sambil berkatan "Niate ora mecak kendi, tapi niat mecah pamore anakku". Pyar.. Mantabh deh Bapak ma Ibu, sekali banting langsung pecah kenci itu berkeping2.
Nah ini niy yang bikin H2C, Ngentasake.
Ini ternyata bapak sama ibu nggendong Tya. Glek.. wew.. nggak enak juga niy sama bapat ibu, walo minggu2 sebelumnya berat badan stabil cenderung turun, tapi kan masih diatas 50an. Kuat nggak ya.. kuat nggak ya.. Kata bu Ning, cuma buat syarat, dua langkah nggak papa. Eh.. ternyata bapak sama ibu masih kuat angkat Tya, sampai diteras pula, karna Tya lupa pake sendal, "ndak kotor sikile(nanti kotor kakinya kalau cuma didit)" kata ibu. Habis itu tya mandi deh, Gantian sama Kakak.
Acara Siraman kaka sebagian besar sama kayak acaranya adek,cuma aku minta sama pak Nadar untuk diterjemahkan dalam bahas Indonesia. Nah nanti pada thingak-thinguk kalau pakai bahasa kawi begitu, nggak ada yang ngerti maksudnya, Tya aja nggak semua kata2 yang pak Nadar ucapin ngerti artinya, tapi bisa nangkeplah maksudnya.
Soal Dulang pungkasan, ini sempat buat kakak H2C, beliau inikan nggak doyan ceker, cenderung geli ya sama ceker, untung Bapak nggak jail ngasihin ceker nya supaya dimakan, coba kalau dikasihin, hehehe entah ama yang terjadi. Disini kakak makannya lahap, laper katanya, soalnya kedinginan. Kedinginan kaka lebih keliahatan, karna beliau nggak dimake up dan bajunya basahan aja ditambah angin sore yang semilir itu sampai bibir kakak gemeteran. Ini bikin ibu ribut nyari air anget dan ribut dicariin karna tiba2 ibu ilang dari acara. hehehe cari2an deh.
Adalagi-adalagi, kendinya nggak pecah2, setelah beberapa kali akhirnya pecah juga. :)
Tanem Rikmo (ini salah atau bener ya.. nanti coba tya cek lagi ya)
Potongan rambut Tya dak J dijadiin satu lalu ditanam bihalaman rumah sama Bapak sama Ibu. Katanya yang buruk dimasa lalu dikubur, tinggal tersisa yang baik2 untuk menyongsong kehidupan rumah tangga.
Dodol Dawet.
Acara ini dilaksanakan oleh pihak perempuan. Ibu sama Bapak dodol dawet. Belinya pakai uang kreweng, atau pecahan genting. Laris manis, dawet ayu.. sing dodol juga ayu.. :)
Uang hasil penjualannya dikumpulin dan diberikan ke Calon Pengantin perempuan sebagai modal Hidup. Wah.. Tya dibekali Buanyak banget ama Ibu bapak. Lalu uang sama payungnya disimpen dibawah tempat tidur. (yang ini lupa filosfinya, hehe)
Selanjutnya kami masing-masing bersiap untuk acar midorareni
Posted by Marquisa House at 9:10 PM 0 comments
Labels: wedding
Friday, August 14, 2009
Finally
Yup, tanggal 2 tya mulai cuti dan berhasil medarat di Adi Sucipto jam 7an, ternyata pas sampai rumah sudah ada satu dua orang tetangga yang mulai bantu-bantu.
Rabunya, bapak ibu masih ngantor, kami masih bersih-bersih dirumah, didapur sudah ada tetangga yang mulai masak buat dianter-anterin ke tetangga yang nantinya dimintain bantuan buat bantu2 masak, dan diluar dugaan, sudah datang tamu, wew.. padahal waktu itu tya masih pake baju tidur dan pegang gagang pel. Linglung tya tanya, mang niy tanggal berapa ya??
Siangnya tenda mulai dipasang, alat2 catering mulai datang juga. Tya dianterin Bapak nganter undangan ke keluarga temen deket, cek hotel tempat nginep keluarga kakak, dan cek semua keperluan di tempat Bu Ning (perias), belanja belanji beberapa keperluan yang belum sempat kebeli dan.. baru pulang jam 8an, dirumah dah rame euy..
Kamisya niy, sebelumnya sempat tesiar kabar kalo orang sekitar mau pada datang hari kamis, nah ini niy yang mulai bikin kalang kabut. But Thanks Allah, tendanya belum selesai dipasang (emang rada lambat sih masangnya, ternyata buat cover halaman depan rumah ama samping butuh 16 tenda, plus dipagerin,nah cerita tentang tenda nanti diceritain sendiri ja yach), so mereka baru mulai berdatangan sore harinya sampe malem.
Nah jumat ini na, yang memang benar2 undangan sudah muai banyak, sorenya siraman dan seserahan.
Sabtu 8-8-09 jam 7.45 WIB kakak selesai mengucapkan qobul, dan resmilah tya jadi NY.Wijaya, huft.. lega deh. Sesuai jadwal, jam 11.00 WIB diadakan syukuran, dari pernikahan kami.
Over all menurut kami, dan beberapa vendor kami alhamdulillah sukses lah, lancar. Kalo ada kurang dikit2 wajarlah mungkin ya.
Detailnya.. nanti kami cerita lagi ya
Posted by Marquisa House at 5:51 PM 0 comments
Labels: wedding
